NEWS

Sepakbola merupakan jenis olahraga terbesar yang ada di dunia dan banyak dari klub-klub besar yang ada di dunia memiliki jutaan fans fanatik yang tersebar di berbagai belahan penjuru dunia. Karena hal tersebut membuat sepakbola merupakan salah satu alat penggerak sosial paling mudah pada saat ini. Sepakbola menjadi contoh sempurna bahwa perbedaan dan keberagaman dapat menjadi satu dan harmonis demi satu tujuan yang sama yaitu kemenangan. Hal tersebut terbukti setelah Mohamed Salah tiba di Liverpool dengan turunnya tingkat kejahatan rasisme di daerah Liverpool dan ungkapan rasis yang yang sudah terjadi di sosial media turun hingga separuhnya.

Karena hal tersebut dapat dibuat kesimpulan bahwa sepakbola adalah instrumen kuat di dalam perubahan sosial. Hal tersebut juga telah di buktikan di dalam riset tim observasi Liga Inggris. "Kami menyadari bahwasanya daerah markas Liverpool mengalami penurunan kejahatan rasisme sebanyak 18,9 persen. Dan kami juga menemukan bahwa di markas Liverpool Mohamed Salah membawa perubahan yang cukup signifikan dengan memangkas separuh dari kalangan fans yang sering melakukan tweets anti muslim. Survei ini menunjukkan bahwa hasil ini mungkin di pengaruhi oleh peningkatan keakraban dengan Islam. Dari hasil temuan kami mengindikasikan bahwa unsur positif pada perwakilan tertentu bisa membeberkan informasi baru yang dipahami manusia secara besar-besaran." Ungkap para professor yang melakukan riset tersebut.

Mohamed Salah merupakan pemain muslim dari beberapa pemain yang ada di Liga Inggris. Dirinya yang sering mencetak gol dan di barengi dengan selebrasi khas sujud kepada yang maha kuasa tersebut membuat dirinya menjadi pembawa perubahan itu. Sejak bergabung bersama Liverpool tahun 2017 lalu dan performa yang ditampilkanya sangat luar biasa, Pemain asal Mesir tersebut telah bermain sebanyak 104 pertandingan bersama Liverpool di semua kompetisi dan berhasil mempersembahkan trofi pertama di Liga Champions 2018/19 pada musim ini. Karena kehebatannya di lapangan tersebut membuat Mohamed Salah memainkan perannya sebagai manusia, demi kemanusiaan yang lebih baik.