NEWS

Penyidik keuangan UEFA dilaporkan tengah melakukan investigasi terkait masalah Financial Fair Play yang dilakukan juara Premier League musim ini Manchester City. Hal tersebut membuat Manchester City terancam tak bisa tampil pada ajang Liga Champions musim depan jika terbukti bersalah melanggar Financial Fair Play. UEFA tengah menyelidiki kasus terkait dugaan mengakali dana Sponsor yang di lakukan Manchester City.

Dugaan dana sponsor yang disebutkan berasal dari uang pribadi sang pemilik klub Sheikh Mansour. Hal tersebut bermula dari sebuah artikel yang muncul tentang email keuangan manajemen klub Manchester City yang bocor kepada media. Artikel yang di terbitkan oleh sebuah media asal Jerman, Der Spigel tersebut mengungkapkan bahwa asal usul uang 59.5 juta poundsterling yang awalnya disebut berasal dari sponsor utama mereka Etihad tersebut. Akan tetapi dalam pemberitaaan di artikel itu bahwa dana yang didapatkan berasal dari kantong pribadi Sheikh Mansour selaku pemilik klub.

Dana tersebut kemudian di gunakan untuk melakukan pembelian Riyad Mahrez pada Juli 2018 silam, pembelian itu merogoh kocek Manchester City sehingga 60 juta poundsterling. Kini UEFA telah hampir selesai melakukan pengecekan tentang masalah dana yang menimpa Manchester City tersebut. UEFA akan memberikan keputusan mengenai sanksi kepada Manchester City atau tidaknya pada bulan ini. Dan jika terbukti bersalah maka sanksi paling berat yang di dapatkan Manchester City adalah larangan tampil pada ajang Liga Champions dan ajang UEFA lainya.

Apabila UEFA memberikan sanksi larangan tampil di kompetisi Eropa untuk Manchester City merupakan sebuah hal yang cukup membuat mereka terpukul akan hal ini apalagi mereka baru saja berhasil menjadi juara Liga premier Inggris musim ini. Yves Leterme, selaku kepala penyidik UEFA tentang kasus tersebut mengatakan mungkin ada masalah serius yang akan menimpa Manchester City jika terbukti bersalah "Hukuman terberat jika tuduhan tersebut terbukti, dan jika benar apa yang ada di beritakan mungkin akan ada masalah serius yang akan menimpa City. Dan hukuman terberat adalah di keluarkan dari kompetisi UEFA untuk satu musim" Ungkap Leterme saat wawancara kepada media.

Akan tetapi Manchester City juga mengklaim bahwa hal tersebut adalah sebuah isu untuk merusak reputasi klub, karena hal itu sangat terorganisir dan sangat jelas adanya. Dan juru bicara klub juga mengatakan bahwa hal tersebut diluar konteks yang diduga karena dokumen yang didapatkan berasal dari pencurian dan secara ilegal, dan pihak klub juga menolak atas tuduhan yang di berikan.